Nikki kebingungan ketika mendengar sahabatnya berkata akan pulang. Bukannya apa-apa. Nikki belum pernah melihat Agis ada masalah ataupun hal lain yang membuatnya ingin pulang. Ia juga tidak mempunyai pikiran bahwa Agis bosan dan tidak betah kuliah di Yogya. Namun hal yang paling membuat Nikki tak percaya adalah kesanggupan Fathir mengantar sahabatnya itu.
“Kamu beneran Gis, mau diantar mas Fathir? Kok kurang kerjaan banget dia?” kebiasaan Nikki kalau mendengar hal yang menurutnya heboh, ia langsung antusias. Mengenai kedekatan Agis dan Fathir, Nikki memang suka heboh.
“Iya. Dia bilang mau ngaterin sekalian mau jenguk sepupunya.” Agis menjelaskan seadanya. Apa yang ia ketahui dan ia tangkap dari tingkah laku cowok itu.
“Kamu nggak takut?” Agis mengernyitkan dahi. Pertanda bahwa ia tak mengerti pada apa yang baru saja ia dengar. “Maksud kamu, Nik?”
“Yaaa, kamu nggak takut gitu, kalau misal Fathir ada niat buruk atau maksud lain dan manfaatin kamu. Ya, you know lah, there are so many ways to cheat the others. And you have to be carefull, dear! Modus kejahatan kan banyak jaman kayak gini. Harus selektif tuh. Bisa aja orang yang kita anggap baik malah bau bikin kita celaka?” Nikki memulai ceramahnya. Tapi ini bukan di pagi hari seperti acara ‘Mamah dan Aa’ di televisi. Ini malam hari di kost-nya.
“Kita kan nggak boleh su’udzan, nik?”
“Jaga-jaga, Gis..” diam. Keduanya tak mengeluarkan kata-kata lain lagi.
********
The world, wouldn't wait for us to change it. We have to change ourself to be a better, before the world did it.. Or, you'll be lost!!
Kamis, 26 Mei 2011
04:05 PM sec.06
Di sebuah ruangan yang luas namun sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang sibuk mencari pustaka tentang bahasa dan segala hal tentang linguistik. Dapat ditebak, ruangan itu adalah perpustakaan. Agis dan Fathir sedang berdiskusi tentang sesuatu di sebuah meja besar di tengah-tengah dan berhadapan langsung dengan librarian.
“Mas, proposalnya udah dapat acc ya? Kalo gitu udah bisa cari dana donk?”
“Udah. Dana dari kampus besok cair. Kamu mau cari kemana?” Agis tampak sedikit berpikir menjawab pertanyaan yang diajukan padanya. Ia mengingat-ingat mana saja lembaga atau instansi yang akan ia datangi untuk meminta dana. Demi kegiatan yang sudah menjadi tradisi di Jurusan Sastra Perancis, Universitas Yogyakarta. Bahkan Fathir menjabat sebagai ketua senat mahasiswa.
“Resto, mas! Bakal kesana aku. Tempat itu kan nyediain kuliner Perancis.”
“Tempat itu emang udah jadi langganan kita buat minta dana.” Tambah Fathir. Agis terdiam sejenak. Sesuatu tampak mengganggu pikirannya.
“Ehm, mas. Kalau aku pulang ke Surabaya.. Nggak apa, gitu?” terbata-bata Agis bertanya. Takut kalau Fathir marah. Fathir adalah penanggungjawab acara ini. Mengingat pentingnya kegiatan mereka ini.
“Why not? Berapa hari emang?”
“Tiga atau empat lah. Gak mau lama-lama. Lusa aku berangkat.” Fathir terdiam sejenak. Entah apa yang dipikirkannya.
“Kalo lusa, aku gak bisa nganter kalu Gis.” Tampak sedikit penyesalan dalam ucapan Fathir. Ia ingin sekali mengantar Agis ke Surabaya. Sekalian menjenguk sepupunya.
“Mas kapan bisanya? Maaf lho mas. Bukan maksud aku ngerepotin.”
“It’s okay. Besoknya aja. Kita naik kereta. Gimana?”
“Terserah mas, deh. Tapi tiketnya? Aku belum sedia.”
“Apa gunanya fasilitas internet disini? Kita kan bisa pesen online?” ide itu muncul di benak sang ketua senat karena ia seringkali menggunakan fasilitas itu untuk berbagai keperluan.
Seolah ada yang mencuri waktu bila mereka sedang bersama. Jam dinding berbentuk bundar yang menggantung di atas pintu masuk.
********
“Mas, proposalnya udah dapat acc ya? Kalo gitu udah bisa cari dana donk?”
“Udah. Dana dari kampus besok cair. Kamu mau cari kemana?” Agis tampak sedikit berpikir menjawab pertanyaan yang diajukan padanya. Ia mengingat-ingat mana saja lembaga atau instansi yang akan ia datangi untuk meminta dana. Demi kegiatan yang sudah menjadi tradisi di Jurusan Sastra Perancis, Universitas Yogyakarta. Bahkan Fathir menjabat sebagai ketua senat mahasiswa.
“Resto, mas! Bakal kesana aku. Tempat itu kan nyediain kuliner Perancis.”
“Tempat itu emang udah jadi langganan kita buat minta dana.” Tambah Fathir. Agis terdiam sejenak. Sesuatu tampak mengganggu pikirannya.
“Ehm, mas. Kalau aku pulang ke Surabaya.. Nggak apa, gitu?” terbata-bata Agis bertanya. Takut kalau Fathir marah. Fathir adalah penanggungjawab acara ini. Mengingat pentingnya kegiatan mereka ini.
“Why not? Berapa hari emang?”
“Tiga atau empat lah. Gak mau lama-lama. Lusa aku berangkat.” Fathir terdiam sejenak. Entah apa yang dipikirkannya.
“Kalo lusa, aku gak bisa nganter kalu Gis.” Tampak sedikit penyesalan dalam ucapan Fathir. Ia ingin sekali mengantar Agis ke Surabaya. Sekalian menjenguk sepupunya.
“Mas kapan bisanya? Maaf lho mas. Bukan maksud aku ngerepotin.”
“It’s okay. Besoknya aja. Kita naik kereta. Gimana?”
“Terserah mas, deh. Tapi tiketnya? Aku belum sedia.”
“Apa gunanya fasilitas internet disini? Kita kan bisa pesen online?” ide itu muncul di benak sang ketua senat karena ia seringkali menggunakan fasilitas itu untuk berbagai keperluan.
Seolah ada yang mencuri waktu bila mereka sedang bersama. Jam dinding berbentuk bundar yang menggantung di atas pintu masuk.
********
04:05 PM sec.05
Layar ponsel menunjukkan list kontak telepon. Pemiliknya terus saja menekan tombol down pada trackpad di bawah layar . Sampai ia menemukan sebuah nama. Tak lama... Damar dialling... Nada tut panjang khas telepon menyapa.
“Assalamualaikum, Wulan..” sang Damar menjawab dari ujung telepon.
“Waalaikumsalam, Damar. Gimana kabar nih?” salampun dijawab.
“Baik, Lan. Kamu sendiri?”
“Alhamdulillah aku juga baik. Lagi sibuk apa?”
“Latihan.” Dijawab singkat oleh Damar.
“Kamu masih aja ikutan lomba, Mar?”
“Iya nih. Tapi juga mau konsentrasi sama tes AKPOL. Ngomong-ngomong kamu daftar tahun depan, gitu? Trus kuliah kamu?”
“Iya, Mar. Pengen banget aku nyoba tes AKPOL. Maka dari itu aku telepon nanyain ke kamu.” Wulan menjelaskan alasan mengapa ia menelpon teman lamanya itu di sore hari ini. Sempat takut kalau Damar lupa padanya. Maklum, Damar kan sibuk, pikirnya. Tapi hal itu tak terjadi. Damar masih mengingatnya. Hanya yang tidak diketahui Wulan adalah perasaan Damar padanya belum berubah.
“Moga sukses ya.”
“Kamu juga, Mar.”
“Kamu daftarnya di Polda Jawa Tengah kan?” pertanyaan itu dilontarkan Damar pada Wulan. Meski sebenarnya ia telah mengetahui jawabannya. Hanya sekedar basa basi, baginya.
“Iya. Karena sekarang aku lagi ada di Semarang, jadi daftarnya di Polda Jawa Tengah. Kamu kan di Surabaya.”
“Ciee, anak UNS nih. Iya, percaya deh.” Damar tidak tahu Wulan tersipu saat ia menggoda seperti itu. Ada sedikit rasa bangga karena bisa masuk Universitas Semarang. Kampus impiannya.
“Bisa aja, sih?? Eh, udahan ya. Aku dipanggil deh kayaknya.” Mendadak Wulan ingin mengakhiri pembicaraan. Sayup-sayup terdengar kakaknya memanggil dari dalam.
“Oh, oke Wulan. See you ya. Good luck!”
“You too.”
Klik.
********
“Assalamualaikum, Wulan..” sang Damar menjawab dari ujung telepon.
“Waalaikumsalam, Damar. Gimana kabar nih?” salampun dijawab.
“Baik, Lan. Kamu sendiri?”
“Alhamdulillah aku juga baik. Lagi sibuk apa?”
“Latihan.” Dijawab singkat oleh Damar.
“Kamu masih aja ikutan lomba, Mar?”
“Iya nih. Tapi juga mau konsentrasi sama tes AKPOL. Ngomong-ngomong kamu daftar tahun depan, gitu? Trus kuliah kamu?”
“Iya, Mar. Pengen banget aku nyoba tes AKPOL. Maka dari itu aku telepon nanyain ke kamu.” Wulan menjelaskan alasan mengapa ia menelpon teman lamanya itu di sore hari ini. Sempat takut kalau Damar lupa padanya. Maklum, Damar kan sibuk, pikirnya. Tapi hal itu tak terjadi. Damar masih mengingatnya. Hanya yang tidak diketahui Wulan adalah perasaan Damar padanya belum berubah.
“Moga sukses ya.”
“Kamu juga, Mar.”
“Kamu daftarnya di Polda Jawa Tengah kan?” pertanyaan itu dilontarkan Damar pada Wulan. Meski sebenarnya ia telah mengetahui jawabannya. Hanya sekedar basa basi, baginya.
“Iya. Karena sekarang aku lagi ada di Semarang, jadi daftarnya di Polda Jawa Tengah. Kamu kan di Surabaya.”
“Ciee, anak UNS nih. Iya, percaya deh.” Damar tidak tahu Wulan tersipu saat ia menggoda seperti itu. Ada sedikit rasa bangga karena bisa masuk Universitas Semarang. Kampus impiannya.
“Bisa aja, sih?? Eh, udahan ya. Aku dipanggil deh kayaknya.” Mendadak Wulan ingin mengakhiri pembicaraan. Sayup-sayup terdengar kakaknya memanggil dari dalam.
“Oh, oke Wulan. See you ya. Good luck!”
“You too.”
Klik.
********
04:05 PM sec.04
Tggu aq di rmh km.
10 mnt lg, ea ..
Miz u,, :*
Message sent! Jari-jari besarnya bergerak lincah diatas ponsel selama mengetik huruf-huruf itu untuk pacarnya. Ia hampir menyambar jaket dan dompetnya ketika adiknya bertanya.
“Mas Alam mau kemana?”
“Babat sawah. Kamu pikir kemana?” Alam menimpali agak malas.
“Ih,, sabar donk. Gitu aja marah. Bilang aja mau nemuin Mbak Lani.”
“Berisik ah! Aku berangkat. Jangan bilang macem-macem sama bapak!” Alam setengah mengancam pada adiknya. Walaupun ancaman itu tidak akan memberi efek yang berarti pada adiknya.
“Ongkos tutup mulutnya mana, donk? Es krim kek. Yang tiga ribuan juga gak apa.” Ara, adik Alam rupanya licik juga. Ucapan Ara membuat langkah lebar cowok itu terhenti. Begitu ia berbalik, Ara malah nyengir dan membentuk huruf V dengan kedua jari telunjuk dan jari tengah.
“Kamu nih ya. Awas! Liat aja.” Dihampirinya Ara seraya mencubit pipinya dengan gemas. Tak peduli pada jeritan keras adiknya yang menggema di seluruh ruangan, Alam meneruskannya.
“Ampun, mas! Iya iya, ampun.” Gadis itu memohon pada kakaknya. Oke, Alam mengampuninya. Ia sayang Ara. Ia tak ingin terjadi hal yang buruk pada adik perempuan satu-satunya.
“Mas lagi gak ada duit. Nanti aja kalo gajian aku kasih. Oke?”
“Yalaaahh. Awas kalau ingkar!” kali ini baru sebuah bentuk ancaman sesungguhnya dari Ara pada kakaknya. Alam beranjak pergi setelah beberapa detik memasang wajah menyeramkan. Namun semua itu hanya gurauan sepasang saudara.
********
10 mnt lg, ea ..
Miz u,, :*
Message sent! Jari-jari besarnya bergerak lincah diatas ponsel selama mengetik huruf-huruf itu untuk pacarnya. Ia hampir menyambar jaket dan dompetnya ketika adiknya bertanya.
“Mas Alam mau kemana?”
“Babat sawah. Kamu pikir kemana?” Alam menimpali agak malas.
“Ih,, sabar donk. Gitu aja marah. Bilang aja mau nemuin Mbak Lani.”
“Berisik ah! Aku berangkat. Jangan bilang macem-macem sama bapak!” Alam setengah mengancam pada adiknya. Walaupun ancaman itu tidak akan memberi efek yang berarti pada adiknya.
“Ongkos tutup mulutnya mana, donk? Es krim kek. Yang tiga ribuan juga gak apa.” Ara, adik Alam rupanya licik juga. Ucapan Ara membuat langkah lebar cowok itu terhenti. Begitu ia berbalik, Ara malah nyengir dan membentuk huruf V dengan kedua jari telunjuk dan jari tengah.
“Kamu nih ya. Awas! Liat aja.” Dihampirinya Ara seraya mencubit pipinya dengan gemas. Tak peduli pada jeritan keras adiknya yang menggema di seluruh ruangan, Alam meneruskannya.
“Ampun, mas! Iya iya, ampun.” Gadis itu memohon pada kakaknya. Oke, Alam mengampuninya. Ia sayang Ara. Ia tak ingin terjadi hal yang buruk pada adik perempuan satu-satunya.
“Mas lagi gak ada duit. Nanti aja kalo gajian aku kasih. Oke?”
“Yalaaahh. Awas kalau ingkar!” kali ini baru sebuah bentuk ancaman sesungguhnya dari Ara pada kakaknya. Alam beranjak pergi setelah beberapa detik memasang wajah menyeramkan. Namun semua itu hanya gurauan sepasang saudara.
********
04:05 PM sec.03
Mas, ak mw brkt.
Message sent. Setelah sarapan bersama Nikki, teman kostnya, Agis menunggu Fathir di depan. Nikki, gadis asal Malang, Jawa Timur belajar ilmu keperawatan di Yogya. Sedangkan Agis adalah mahasiswi Sastra Perancis. Mereka tinggal di tempat kost yang sama. Kamar merekapun bersebelahan. Sebenarnya, Nikki bisa saja tinggal di rumah paman dan bibinya di Yogya, tak jauh dari kampusnya. Namun ia tak ingin membebani paman dan bibinya karena ia tahu rumah mereka kecil dan yang tinggal disana sudah cukup banyak. Sesak. Nikki tak kuat apabila dipaksa membayangkan ia harus tinggal disana. Oh, tidak!
Bunyi klakson sebuah motor yang berhenti di depan kost mereka terngiang. Nikki langsung tahu siapa yang datang dan setengah berteriak pada Agis untuk memberitahu.
“Giiis! Tuh mas Fathirmu datang!”
“Apaan sih, Nikki?” Agis memukul pelan lengan sahabatnya itu yang langsung mendapat tawa lucu khas Nikki yang sering digunakan untuk mengejek Agis bila ada Fathir. “Aku berangkat ya, Nik.”
“Oke. Hati-hati.” Nikki memberi salam hangatnya pada dua orang tersebut. Hari ini Nikki dapat bersantai sejenak karena ia tak ada jadwal kuliah pagi. Tapi rencana kegiatannya saat ini adalah bertahan di depan laptopnya untuk mengerjakan tugas. Tanpa membuang waktu ia bergegas menuju kamar.
********
Message sent. Setelah sarapan bersama Nikki, teman kostnya, Agis menunggu Fathir di depan. Nikki, gadis asal Malang, Jawa Timur belajar ilmu keperawatan di Yogya. Sedangkan Agis adalah mahasiswi Sastra Perancis. Mereka tinggal di tempat kost yang sama. Kamar merekapun bersebelahan. Sebenarnya, Nikki bisa saja tinggal di rumah paman dan bibinya di Yogya, tak jauh dari kampusnya. Namun ia tak ingin membebani paman dan bibinya karena ia tahu rumah mereka kecil dan yang tinggal disana sudah cukup banyak. Sesak. Nikki tak kuat apabila dipaksa membayangkan ia harus tinggal disana. Oh, tidak!
Bunyi klakson sebuah motor yang berhenti di depan kost mereka terngiang. Nikki langsung tahu siapa yang datang dan setengah berteriak pada Agis untuk memberitahu.
“Giiis! Tuh mas Fathirmu datang!”
“Apaan sih, Nikki?” Agis memukul pelan lengan sahabatnya itu yang langsung mendapat tawa lucu khas Nikki yang sering digunakan untuk mengejek Agis bila ada Fathir. “Aku berangkat ya, Nik.”
“Oke. Hati-hati.” Nikki memberi salam hangatnya pada dua orang tersebut. Hari ini Nikki dapat bersantai sejenak karena ia tak ada jadwal kuliah pagi. Tapi rencana kegiatannya saat ini adalah bertahan di depan laptopnya untuk mengerjakan tugas. Tanpa membuang waktu ia bergegas menuju kamar.
********
04:05 PM sec.02
Agis terdiam di depan notebook-nya. Empat tab tertera di aplikasi Google Chrome yang sedang ia jalankanpun dianggurkannya. Ia teringat sesuatu. Namun bukan soal ayah ataupun keluarganya yang lain. Hal inilah yang membuatnya ragu untuk pulang. Agis takut bertemu dengan seseorang. Seseorang yang sampai saat ini diingatnya lekat-lekat dalam memorinya. Dan orang itu pun telah memperoleh tempat khusus dalam hatinya. “Kalau nanti kita bertemu, apakah kita akan tetap seperti dulu?” ia membatin.
Pikiran Agis melayang ke waktu dimana ia dan 'seseorang' yang dikenangnya itu meributkan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting untuk diributkan. Namun kala itu ia sangat jengkel hatinya akibat perbuatan sang Alam. Ya. Seseorang itu bernama Alam. Ingatannya lancar sekali mengingat kejadian dimana ia, Alam, dan dua orang teman lainnya melakukan praktikum biologi tentang sel dan jaringan tumbuhan.
Agis mengupas kentang berukuran sedang yang dibawa Fajar dari rumah untuk bahan praktikum. Alam memperhatikannya dengan seksama. Seakan tidak sabar menunggu terkupasnya kentang secara utuh, ia menyambar kentang dalam tangan Agis seraya berkata dengan bersungut-sungut.
“Ahhh, ngupas gitu aja lama.” Alam setengah mengeluh.
“Sabar donk. Kamu pikir gampang apa? Beginian kan kudu hati-hati.”
“Haduuh. Gak pernah masuk dapur ya, kamu?”
Whatt? Apa dia bilang?
“Ihh, ini! Lakukan sendiri!” Benar-benar diluar dugaan Agis bahwa praktikum hari ini akan jadi menyebalkan seperti ini. Apa lagi ini praktikum pertama sejak tahun ajaran baru. Dan penyebab semua ini adalah Alam. Sepanjang praktikum itu, Agis bekerja sambil menutup mulut. Kekesalannya merambati seluruh sel dan jaringan dalam hatinya. Terhadap Alamsyah Diputra.
“Benar-benar ya, nih anak! Kalo ngomong nggak difilter dulu. Pengen banget ngupas mulutnya itu dan kujadikan perparat!” Agis hanya bisa membatin.
Sampai Nikki, teman satu kost Agis menyadarkannya dari kenangan. “Gis, pinjem flash disk donk!”
********
Pikiran Agis melayang ke waktu dimana ia dan 'seseorang' yang dikenangnya itu meributkan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting untuk diributkan. Namun kala itu ia sangat jengkel hatinya akibat perbuatan sang Alam. Ya. Seseorang itu bernama Alam. Ingatannya lancar sekali mengingat kejadian dimana ia, Alam, dan dua orang teman lainnya melakukan praktikum biologi tentang sel dan jaringan tumbuhan.
Agis mengupas kentang berukuran sedang yang dibawa Fajar dari rumah untuk bahan praktikum. Alam memperhatikannya dengan seksama. Seakan tidak sabar menunggu terkupasnya kentang secara utuh, ia menyambar kentang dalam tangan Agis seraya berkata dengan bersungut-sungut.
“Ahhh, ngupas gitu aja lama.” Alam setengah mengeluh.
“Sabar donk. Kamu pikir gampang apa? Beginian kan kudu hati-hati.”
“Haduuh. Gak pernah masuk dapur ya, kamu?”
Whatt? Apa dia bilang?
“Ihh, ini! Lakukan sendiri!” Benar-benar diluar dugaan Agis bahwa praktikum hari ini akan jadi menyebalkan seperti ini. Apa lagi ini praktikum pertama sejak tahun ajaran baru. Dan penyebab semua ini adalah Alam. Sepanjang praktikum itu, Agis bekerja sambil menutup mulut. Kekesalannya merambati seluruh sel dan jaringan dalam hatinya. Terhadap Alamsyah Diputra.
“Benar-benar ya, nih anak! Kalo ngomong nggak difilter dulu. Pengen banget ngupas mulutnya itu dan kujadikan perparat!” Agis hanya bisa membatin.
Sampai Nikki, teman satu kost Agis menyadarkannya dari kenangan. “Gis, pinjem flash disk donk!”
********
04:05 PM sec.01
“Mas Fathir nggak pulang?” seorang gadis bertanya pada teman laki-laki di hadapannya. Laki-laki itu tampak kebingungan dengan perkataan yang baru saja didengarnya. Apa maksudnya? Pulang? Rasanya baru duduk 10 menit-an, kok ngajak pulang?
“Pulang? Masih sore. Dan lagi kita masih duduk disini 10 menit. Kenapa ngajak pulang?” jawabnya mempertahankan keberadaan.
“Ehm, maksudku pulang kampung. Ke tempat ayah dan ibu gitu.” Gadis itu menjelaskan.
“Oh, belum ada rencana, Gis. Kenapa emang?”
“Aku pengen pulang. Aku kangen ayah.”
“Kenapa nggak pulang? Kalo aku sih males. Lagian nggak ada kerjaan kok disana.”
“Ada hal yang masih aku pikirkan. Jadi masih ragu buat pulang.”
“Kalo pulang kasih tahu aku. Aku akan antar kamu ke Surabaya. Kan aku punya sepupu disana.” Gadis itu mengerutkan kening. Pertanda kebingungan.
“Bener mas Fathir mau nganter aku? Nanti ngerepotin. Nggak deh, mas. Makasih.” Penolakan secara halus.
“Nggak apa. Aku juga sekalian main.” Agis diam. Tapi terkesan mengiyakan. Tak lama ia mengucpkan “Makasih, mas.”
Coffee Latte telah terseruput habis oleh keduanya. Fathir segera berdiri menuju meja kasir untuk membayar. Kemudian cowok itu memimpin Agis keluar menuju Honda Revo miliknya yang terparkir manis di depan kedai. Sesaat kemudian mereka berbaur dengan para pengguna jalan lainnya. Motor itu membawa sepasang teman akrab itu menuju tempat kost Agis yang dapat ditempuh selama 10 menit. Di bawah langit sore kota Yogyakarta.
“Hati-hati mas! Makasih ya.” Kata Agis pada Fathir.
“Yoi, sama-sama! SMS ya, kalo mau berangkat, biar aku jemput besok.” Agis mengangguk. Dan membiarkan Fathir berlalu. Sesaat ia mengembuskan napas, berat. Ia memasuki rumah kost-nya.
********
“Pulang? Masih sore. Dan lagi kita masih duduk disini 10 menit. Kenapa ngajak pulang?” jawabnya mempertahankan keberadaan.
“Ehm, maksudku pulang kampung. Ke tempat ayah dan ibu gitu.” Gadis itu menjelaskan.
“Oh, belum ada rencana, Gis. Kenapa emang?”
“Aku pengen pulang. Aku kangen ayah.”
“Kenapa nggak pulang? Kalo aku sih males. Lagian nggak ada kerjaan kok disana.”
“Ada hal yang masih aku pikirkan. Jadi masih ragu buat pulang.”
“Kalo pulang kasih tahu aku. Aku akan antar kamu ke Surabaya. Kan aku punya sepupu disana.” Gadis itu mengerutkan kening. Pertanda kebingungan.
“Bener mas Fathir mau nganter aku? Nanti ngerepotin. Nggak deh, mas. Makasih.” Penolakan secara halus.
“Nggak apa. Aku juga sekalian main.” Agis diam. Tapi terkesan mengiyakan. Tak lama ia mengucpkan “Makasih, mas.”
Coffee Latte telah terseruput habis oleh keduanya. Fathir segera berdiri menuju meja kasir untuk membayar. Kemudian cowok itu memimpin Agis keluar menuju Honda Revo miliknya yang terparkir manis di depan kedai. Sesaat kemudian mereka berbaur dengan para pengguna jalan lainnya. Motor itu membawa sepasang teman akrab itu menuju tempat kost Agis yang dapat ditempuh selama 10 menit. Di bawah langit sore kota Yogyakarta.
“Hati-hati mas! Makasih ya.” Kata Agis pada Fathir.
“Yoi, sama-sama! SMS ya, kalo mau berangkat, biar aku jemput besok.” Agis mengangguk. Dan membiarkan Fathir berlalu. Sesaat ia mengembuskan napas, berat. Ia memasuki rumah kost-nya.
********
Jumat, 18 Juni 2010
Bahasa Malaysia dan Beberapa Ketidakserasiannya

Apa yang pertama kali terpikir dalam benak Anda, mendengar orang lain berbicara dalam Bahasa Malaysia?
Menarik? Rapi? Atau justru semakin rumit dan tidak tertata? Saya menemukan beberapa kasus yang
menerangkan bahwa, bahasa Malaysia adalah bahasa yang rumit dan kurang tertata rapi. Beberapa contoh yang saya
temui di program televisi yang sering ditonton oleh semua orang di Indonesia, terutama anak-anak. Misalnya:
1. Mereka berkata: "Jom" yang maksudnya dalam bahasa Inggris adalah come(on) yang berarti "ayo" dalam bahasa
Indonesia maupun bahasa Malaysia sendiri.
2. Mereka mengeja huruf per huruf, menggunakan bahasa Inggris. Tetapi membacanya menggunakan bahasa Melayu
yang mirip dengan bahasa Indonesia. Contoh: A-Y-A-M atau C-I-T-A - C-I-T-A. Mereka mengejanya "e-way-e-em" dan "si-ai-ti-e - si-ai-ti-e" seperti bahasa Inggris. Namun membacanya tetap "Ayam" dan "Cita-cita" seperti bahasa Indonesia.
3. Mereka berkata: "Yang mana satu, ni buku aku pinjam?" yang maksudnya dalam bahasa Inggris adalah which one
of book I want to borrow right now? Mereka mengartikan kalimat dalam bahasa Inggris dengan sistem kata per kata.
4. Bahasa Malaysia untuk rumah sakit bersalin adalah "Rumah Sakit Korban Laki-Laki". Dalam bahasa Indonesia, ini
dirasa tidak sopan.
Hal-hal di atas dirasa kurang efektif dalam pengucapan maupun penerjemahan ke bahasa lain. Sejarah memang menerangkan
bahwa Malaysia dulunya merupakan negara jajahan Inggris. Sekarangpun masih menjadi persemakmurannya. Merupakan suatu kebiasaan berbahasa Inggris bagi mereka. Namun, kadang prakteknya tidak sesuai dan menjadi
kurang enak didengar. Alangkah baiknya apabila mereka menggunakan kaidah bahasa mereka sendiri sesuai dengan adat yang dulu digunakan sebelum bangsa Inggris menguasai wilayah mereka. Dengan begitu, bahasa mereka akan lebih enak didengar dan tidak rumit untuk dipelajari.
Jumat, 30 April 2010
Pranata Jepang

Elok: "Cit, sebutkan 10 dari 47 prefektur yang ada di Jepang?"
Citra: "Apa ya,, Lok?? Hokkaido, Nara, Hyogo, Osaka, Ibaraki, uhm.... apa lagi??"
Elok: "Mesti yang kamu sebut pertama Hokkaido. Terus Nara. Akuh sampe hafal ciri khas mu!"
Citra: "Emangnya kamu hafal?"
~ Elok mulai menyebutkan!!
Citra: "Kaisar Jimmu, dimakamkan dimana, Lok?"
Elok: "Di Jepang.."
Citra: "Busett,, ya masa di Bali??"
Elok: "Pertanyaanmu lho yang kurang bisa dimengerti.."
Citra: "Maksudku letaknya dimana, Lok??"
Elok: "Gak tau. Emangnya dimana?"
Citra: "Kaisar Jimmu, dimakamkan di Prefektur Nara.. Ialah yang memulai mata rantai kekaisaran di Jepang."
Elok: "Oh,, (dia tertawa)"
Persiapan kami untuk mengikuti lomba Pranata Jepang di Universitas Airlangga, hanya 3 minggu. Berat sekali kurasa.
Kami harus menghafal banyak hal tentang Jepang dalam 3 minggu itu.
Kaisar Jimmu pada abad 7 SM.
Bunga nasional: Bunga Krisan
Lagu kebangsaan: Kimigayo
Pakaian tradisional: Kimono
10 Kota-kota besar di Jepang:
1. Tokyo, prefektur Tokyo
2. Yokohama, prefektur Kanagawa
3. Osaka, prefektur Osaka
4. Nagoya, prefektur Aichi
5. Sapporo, prefektur Hokkaido
6. Kobe, prefektur Hyogo
7. Kyoto, prefektur Kyoto
8. Fukuoka, prefektur Fukuoka
9. Kawasaki, prefektur Kanagawa
10. Saitama, prefektur Saitama
Kaisar saat ini: Akihito
Putra Mahkota 1: Naruhito. Menikah dengan Masako, dari kalangan rakyat biasa.
Putra Mahkota 2: Akishino. Menikah dengan Kiko Kawashima, yang juga dari kalangan rakyat biasa.
Elok: "Ya Allah, berilah aku keberuntungan yang banyak pada saat kami lomba, 9 Mei 2010 nanti!! Aminn"
Citra: "Lha kalo gak belajar ya sama aja, Lok!!"
~ Kami mulai belajar kembali. Ganbatte kudasai!!!
Rabu, 28 April 2010
Soal-soal Geografi Kelas X SMA
Oleh:
Nama : Citra Ayu Pratiwi
Kelas : X-3 / 07
Litosfer dan Pedosfer
1. Lapisan kulit bumi yang paling luar disebut…
1. biosfer
2. stratosfer
3. asthenosfer
4. litosfer
5. korosfer
2. Perubahan bentuk muka bumi berasal dari dua tenaga, yaitu…
1. tenaga luar dan dalam
2. tenaga kuat dan lemah
3. tenaga endogen dan eksogen
4. tenaga epirogenetik
5. tenaga ekstrusi dan intrusi
3. Diantara dua hal tersebut di bawah ini yang bukan merupakan akibat dari tenaga endogen, yaitu…
1. tektonisme
2. seisme
3. lipatan dan patahan
4. vulkanisme
5. pelapukan
4. Tanah loss di Cina Utara merupakan hasil erosi yang disebabkan oleh…
1. air sungai
2. angin
3. tanah
4. abrasi air laut
5. es / gletser
5. Tanah yang sebagian besar bahan induknya dari bahan pepohonan yang terendam di rawa-rawa disebut…
1. tanah organic
2. tanah gambut
3. tanah asam
4. tanah basah
5. tanah vulkanik
6. Erosi yang dapat dilacak dengan adanya gejala penurunan produktivitas tanaman ialah…
1. erosi percik
2. erosi lembar
3. erosi alur
4. erosi parit
5. longsor
7. Dampak erosi yang terjadi di tempat terjadinya erosi ialah…
1. banjir
2. pendangkalan waduk
3. kemiskinan petani
4. hilangnya mata air
5. tertimbunnya lahan pertanian
8. Ekstrusi magma pada peristiwa vulkanisme ialah…
1. magma yang keluar sampai permukaan bumi
2. magma yang keluar hanya sampai kulit bumi
3. magma yang padat, berisi debu, dan gas vulkanik
4. magma yang berpijar berbentuk lelehan
5. magma berbentuk gas yang sampai ke permukaan bumi
9. Gosong merupakan hasil pengendapan yang berasal dari…
1. laut
2. sungai
3. es / gletser
4. darat
5. angin
10. Diantara hal tersebut di bawah ini yang bukan merupakan bahan pembentuk litosfer ialah…
1. batuan bata
2. batuan kuarsa
3. bauan malihan
4. batuan beku
5. batuan sedimen
Atmosfer
11. Lapisan udara yang menyelubungi bumi disebut…
1. litosfer
2. hidrosfer
3. geosfer
4. atmosfer
5. eksosfer
12. Fungsi atmosfer ialah…
1. Menyelubungi bumi
2. Melindungi bumi dari sinar matahari
3. Menjaga suhu dan temperatur bumi
4. Menyediakan udara untuk kehidupan di bumi
5. Menjaga bumi dari cuaca dan iklim yang berbahaya
13. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin ialah…
1. kantong angin
2. anemometer
3. bendera angin
4. ketiganya
5. hygrometer
14. Barometer adalah alat untuk mengukur…
1. kelembaban udara
2. tekanan udara
3. ketinggian
4. curah hujan
5. suhu udara
15. Lapisan atmosfer yang merupakan lapisan udara paling bawah yang memiliki ketebalan ± 16 km yaitu…
1. eksosfer
2. termosfer
3. ionosfer
4. mesosfer
5. troposfer
Hidrosfer
16. Ukuran tentang banyak sedikitnya kandungan garam dalam air laut dinamakan…
1. komposisi garam
2. salinitas
3. validitas
4. homogenitas
5. fertilitas
17. Salah satu daerah pemusatan ikan di laut adalah laut yang dalamnya…
1. lebih 200 meter
2. kurang 200 meter
3. lebih dari 500 meter
4. 5000 meter
5. Antara 200-500 meter
18. Gerak air laut yang menyebabkan banyaknya plankton ke permukaan laut adalah…
1. arus horizontal
2. arus turbulensi
3. pasang surut
4. arus konverksi
5. arus laut angina musim
19. Laut ingresi yang terbentuk karena gerakan tektonik adalah…
1. troug
2. shelf
3. lubuk laut
4. plat
5. ambang laut
20. Peresapan air ke dalam tanah…
1. infiltrasi
2. kondensasi
3. presipitasi
4. evaporasi
5. evapotranspirasi
Nama : Citra Ayu Pratiwi
Kelas : X-3 / 07
Litosfer dan Pedosfer
1. Lapisan kulit bumi yang paling luar disebut…
1. biosfer
2. stratosfer
3. asthenosfer
4. litosfer
5. korosfer
2. Perubahan bentuk muka bumi berasal dari dua tenaga, yaitu…
1. tenaga luar dan dalam
2. tenaga kuat dan lemah
3. tenaga endogen dan eksogen
4. tenaga epirogenetik
5. tenaga ekstrusi dan intrusi
3. Diantara dua hal tersebut di bawah ini yang bukan merupakan akibat dari tenaga endogen, yaitu…
1. tektonisme
2. seisme
3. lipatan dan patahan
4. vulkanisme
5. pelapukan
4. Tanah loss di Cina Utara merupakan hasil erosi yang disebabkan oleh…
1. air sungai
2. angin
3. tanah
4. abrasi air laut
5. es / gletser
5. Tanah yang sebagian besar bahan induknya dari bahan pepohonan yang terendam di rawa-rawa disebut…
1. tanah organic
2. tanah gambut
3. tanah asam
4. tanah basah
5. tanah vulkanik
6. Erosi yang dapat dilacak dengan adanya gejala penurunan produktivitas tanaman ialah…
1. erosi percik
2. erosi lembar
3. erosi alur
4. erosi parit
5. longsor
7. Dampak erosi yang terjadi di tempat terjadinya erosi ialah…
1. banjir
2. pendangkalan waduk
3. kemiskinan petani
4. hilangnya mata air
5. tertimbunnya lahan pertanian
8. Ekstrusi magma pada peristiwa vulkanisme ialah…
1. magma yang keluar sampai permukaan bumi
2. magma yang keluar hanya sampai kulit bumi
3. magma yang padat, berisi debu, dan gas vulkanik
4. magma yang berpijar berbentuk lelehan
5. magma berbentuk gas yang sampai ke permukaan bumi
9. Gosong merupakan hasil pengendapan yang berasal dari…
1. laut
2. sungai
3. es / gletser
4. darat
5. angin
10. Diantara hal tersebut di bawah ini yang bukan merupakan bahan pembentuk litosfer ialah…
1. batuan bata
2. batuan kuarsa
3. bauan malihan
4. batuan beku
5. batuan sedimen
Atmosfer
11. Lapisan udara yang menyelubungi bumi disebut…
1. litosfer
2. hidrosfer
3. geosfer
4. atmosfer
5. eksosfer
12. Fungsi atmosfer ialah…
1. Menyelubungi bumi
2. Melindungi bumi dari sinar matahari
3. Menjaga suhu dan temperatur bumi
4. Menyediakan udara untuk kehidupan di bumi
5. Menjaga bumi dari cuaca dan iklim yang berbahaya
13. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin ialah…
1. kantong angin
2. anemometer
3. bendera angin
4. ketiganya
5. hygrometer
14. Barometer adalah alat untuk mengukur…
1. kelembaban udara
2. tekanan udara
3. ketinggian
4. curah hujan
5. suhu udara
15. Lapisan atmosfer yang merupakan lapisan udara paling bawah yang memiliki ketebalan ± 16 km yaitu…
1. eksosfer
2. termosfer
3. ionosfer
4. mesosfer
5. troposfer
Hidrosfer
16. Ukuran tentang banyak sedikitnya kandungan garam dalam air laut dinamakan…
1. komposisi garam
2. salinitas
3. validitas
4. homogenitas
5. fertilitas
17. Salah satu daerah pemusatan ikan di laut adalah laut yang dalamnya…
1. lebih 200 meter
2. kurang 200 meter
3. lebih dari 500 meter
4. 5000 meter
5. Antara 200-500 meter
18. Gerak air laut yang menyebabkan banyaknya plankton ke permukaan laut adalah…
1. arus horizontal
2. arus turbulensi
3. pasang surut
4. arus konverksi
5. arus laut angina musim
19. Laut ingresi yang terbentuk karena gerakan tektonik adalah…
1. troug
2. shelf
3. lubuk laut
4. plat
5. ambang laut
20. Peresapan air ke dalam tanah…
1. infiltrasi
2. kondensasi
3. presipitasi
4. evaporasi
5. evapotranspirasi
Langganan:
Postingan (Atom)